28.2 C
Banyuwangi
Selasa, September 27, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Proyek Drainase Fiktif Di Lilangan, LSM FAKTA Angkat Suara

- Advertisement -spot_img

Beltim -Radar Investigasi | Proyek Drainase atau saluran air kotor berukuran panjang ratusan meter, yang berada di sepanjang jalan baru transmigrasi masuk kawasan Desa Lilangan Kecamatan Gantung kabupaten Belitung Timur itu diduga fiktif

Proyek yang dikerjakan oleh para tukang bangunan ini, tidak diketahui dikerjakan oleh CV. Apa dan berapa anggarannya, dikarenakan ketika awak media menelusuri lokasi pembuatan drainase tersebut, tidak menemui keterangan berupa papan proyeknya.

Kondisi sekitar pembuatan drainase yang ada disepanjang jalan baru transmigrasi tersebut, nampak dibeberapa titik jalan, bahan material berupa batu belah atau batu gunung dan pasir terlihat memakan badan jalan.

Ditempat yang sama, Salah satu tukang bangunan yang terlibat pengerjaan drainase tersebut dan tak mau menyebutkan nama, ketika Radar Investigasi mencoba menanyakan seputar pembuatan drainase tersebut, mengaku bahwa dirinya juga merupakan anggota salah satu LSM bernama LSM Kelana.

Tak Cuma kondisi material yang memakan badan jalan, dan bisa membahayakan pengguna jalan lainnya, kondisi sebagian pasangan batu belah atau batu gunung, pada bagian bawahnya, terlihat tidak ada adukan semen perekatnya dan hanya menempel ke tanah.

Seperti diketahui bersama, bahwa papan proyek adalah sangat penting sebagai keterangan informasi publik, yang berhak tau dalam penggunaan uang pajak negara yang bersumber dari rakyat atau masyarakat.

Sementara itu, Idhwan Fikri, Kepala Dinas PUPR kabupaten Belitung Timur, ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut memang dari dinas PUPR Beltim dan mengatakan akan men-cek proyek tersebut.

“ punya kita pak, coba km cek pak” ujar Kadis PUPR Beltim.

Disisi Lain, Ketua LSM Fakta, Ade Kelana, memberikan pendapat kalau proyek tidak ada papan proyeknya, itu sama saja dengan proyek siluman.

“itu sama saja proyek siluman, siapa pelaksananya, anggarannya berapa, berapa hari waktu pelaksanaannya, dari dinas apa, masa perawatannya berapa lama, kita tidak tahu, saya duga itu proyek hasil lelang, karena drainase tersebut panjangnya diduga mencapai 1 Km kiri dan kanan jalan kabupaten, sebagai kontrol sosial LSM, Ormas dan Wartawan yang ada di Beltim, boleh boleh saja, mempertanyakan bahkan mengkritisi hal tersebut, sebagai upaya kita, agar pembangunan bisa berlangsung baik” pungkas Ade Kelana
(BENNI)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img