27.8 C
Banyuwangi
Rabu, Agustus 17, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Masyarakat Keluhkan Usaha Asphalt Mixing Plant (AMP), Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kalbar,Sambas.Radarinvestigasi.id-Kehadiran perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) di Kabupaten Sambas ini menuai sorotan oleh masyarakat sekitarnya, dimana diketahui dampak daripada perusahan tersebut selain berdampak pada lingkungan juga berdampak pada polusi udara yang keluar dari corong pabrik perusahan AMP tersebut.

Ditemui diruang kerjanya, Chandra Makkawaru, S.Pd.,SH ,MH selaku pengurus pusat Badan Advokasi Indonesia (B.A.I), angkat bicara terkait adanya dugaan pencemaran dari perusahan yang mengolah untuk pengaspalan di dusun sebenua kabupaten Sambas.

“Chandra menyampaikan, dalam mendirikan usaha industri Pengolahan Produksi Hotmix atau Asphalt Mixing Plant (AMP) ini harus memperhatikan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 16 Tahun 2012 dikatakan bahwa ‘setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib Amdal wajib memiliki upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) dan harus melaporkannya setiap 6 bulan sekali”.

“Selain itu juga harus memperhatikan dampak lingkungan, baik itu dari segi Amdal atau pembuangan limbahnya, maupun polusi udara (red:asap) yang keluar dari cerobong pabrik, karena asap nya juga bisa menggangu kesehatan masyarakat yang ada disekitarnya.”

“Melalui kesempatan ini, saya berharap Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mengkaji ulang keberadaan Perusahaan PT.Eria Makmur yang bergerak di bidang Industri Pengolahan Produksi Hotmix atau Asphalt Mixing Plant (AMP) ini, agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang ada disekitarnya.”katanya.

“Sudah lama kami mengeluh terkait asap yang bercampur Debu, apalagi kalau hujan setelah lama musim panas debu yang di atap rumah kami semakin Banyak,sekali hujan Air nya Hitam tidak bisa di konsumsi,” ungkap warga sekitar perusahaan pada wartawan ini.

Lanjut konfirmasi ke Desa Lubuk Dagang kepala desa menyampaikan,,Jadi terkait perusahaan pengolahan aspala yang ada di Dusun sebenua itu selama saya menjadi kepala desa belum pernah bertemu langsung begitupun terkait dengan berkas keberadaannya saya pun belum dapat data-datanya karena saya masih baru.23 Juli 2022,” ungkapnya.

“Kalau selama ini Yang Pernah saya dengar keluhan terkait asap, pasalnya kalau lama panas jika hujan, air yang turun lewat atap itu agak hitam warnanya mungkin saja karena Debu Debu menempel di atap,” kilahnya.

“Terus ada lagi yang baru-baru ini selain asap debu ada juga keluhan adanya aliran berbentuk oil yang mungkin masuk ke daerah aliran sungai Karena air di sungai ada kayak tumpahan oli kita juga tidak tahu apakah itu sengaja atau tidak sengaja,intinya ada masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut,” tutupnya.

Kepala bidang di dinas permukiman dan Lingkungan Hidup kabupaten Sambas saat dikonfirmasi via pesan Whats’up melalui nomor 081345xxxxxx Rabu,20 Juli 2022,
Beliau menjelaskan dengan logat daerah setelah diartikan ke bahasa nasional, setau kami sudah dari tahun lalu dia ngurus ijin, tidak tahu sekarang sudah sampai mana.

Sementara kami identifikasi dulu baik dokumen2 maupun peninjauan kelapangan, kalau belum ada dokumen lingkungan tentu akan kami berikan peringatan.
Kewenangan pengawasan dibidang PPLH/Bidang saya hanya berlaku pada yang sudah berizin.
Masing2 ada tupoksinyalah, ada bidang PPKLKSDA, Bidang SDA di sekretariat,”jawabnya.

Lanjut konfirmasi ke Suhendri Kadis DPMTSP kabupaten Sambas juga via Whats’up 0813-45xxxxxx kalau untuk pertambangan pemerintah kab/kota tidak mempunyai kewenangan penerbitan ijin pertambangan, sebelum uu cipta kerja kewenangan propinsi. setelah uu cipta kerja kewenangan ada di kementerian ESDM. seiring dengan terbitnye perpres kewenangan di kembalikan ke provinsi.22 Juli 2022.

kalau saya meyakini mereka telah memiliki ijin untuk aktivitas tersebut..sebab kalau tidak berizin mereka tidak akan berani beraktivitas dan menjual produknye karena aktivitas mereka selalu dipantau.

informasi terkait perizinannye dapat dicari tau di dinas ESDM dan PTSP provinsi,”tutupnya.

(TIM/SUDARSONO)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img