24.1 C
Banyuwangi
Jumat, Juli 1, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Tambang Pasir Di Klatak Diduga Rugikan Negara, Begini Respon LSM Gitran

Banyuwangi – Radar Investigasi | Aktivitas tambang pasir di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro kedalaman menggalinya diduga tidak sesuai izin yang berindikasi dapat merugikan negara dan dapat merusak lingkungan sehingga DPD Gitran Watch Nusantara Akan membuat surat Resmi Pengaduan. Selasa (14/06/2022)

Dari Pantauan Tim Investigasi,  Di lokasi tambang tersebut kedalamannya hingga kurang lebih puluhan meter itu dan juga ada sejumlah truk untuk mengangkut matrial pasir hasil tambang tersebut yang diduga akan di jual, selain itu juga ada sejumlah alat berat, dan juga ada terpampang alat pemecahan batu.

Dari informasi yang di himpun, aktifitas tambang tersebut sudah bertahun – tahun beroperasi, penggalian pun kedalamannya kurang lebih sampai puluhan meter yang di duga tidak sesuai dengan izinnya, pemilik tambang tersebut terkesan Kebal hukum.

Sementara, Ketua DPD Gitran Watch Nusantara Banyuwangi, Ari Bagus Pranata, Mengatakan dirinya bersama tim sudah mengirimkan surat klarifikasi kepada Pemilik tambang namun suratnya terkesan di abaikan maka dirinya akan melayangkan surat kepada pihak terkait dan di tembuskan ke Mabes Polri, Kompolnas, Dirjen ESDM, Maupun ke Direktorat Pajak bahkan dia mendukung pihak berwajib untuk menindaklanjuti dan melakukan Investigasi di lokasi tambang tersebut, Ari Berharap pihak terkait turut turun untuk mengaudit dan evaluasi pajaknya.

Sebelumnya tim media dan Investigasi sudah mengirimkan surat ke Pemilik namun tidak ada jawaban yang terkesan Kebal hukum,

“Kami waktu dekat ini segera mengirimkan surat resmi ” katanya.

Ari menambahkan, Dia mencontohkan bila di dalam izinnya luas dan ke dalamnya suatu tambang yang tidak sesuai dengan izinnya maka bisa berindikasi merugikan negara dalam hal pajak negara dan bisa juga merusak lingkungan hidup bila khususnya tidak melakukan reklamasi

” kalau kedalamannya yang dikeruk (Red. galian) maupun luasnya tidak sesuai dengan izinnya mempengaruhi pajak negara, kan negara bisa juga di rugikan ” pungkasnya.

Perlu di ketahui, Tim Investigasi sudah ber kirim surat kepada pemilik usaha tambang Insial P saat ini diduga di Kelola oleh menantunya guna konfirmasi namun sangat di sayangkan surat tersebut hingga berita ini di muat belum ada jawaban. (tim)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img