23.5 C
Banyuwangi
Rabu, Desember 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Badan Advokasi Indonesia Menilai Kasat Pol PP Sambas Tebang Pilih Dalam Menertibkan Usaha Walet yang Tidak Mengantongi Izin, Ada Apa?

- Advertisement -spot_img

Sambas , Kalbar – Radar Investigasi | Akhir – akhir ini maraknya pemberitaan di beberapa media lokal dan media nasional terkait bangunan atau usaha Walet khususnya yang ada di daerah Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang tidak mengantongi izin, hal ini menyita perhatian banyak publik.

Salah satunya yang diberitakan melalui media tvOne baru-baru ini mengatakan bahwa ada sekitar 1.300 usaha Walet di kabupaten Sambas yang berstatus ilegal alias tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat.

Oleh karena itu, Pemerintah Sambas melalui Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sambas , H. U.Heriansyah, mengambil langkah tegas dengan menertibkan usaha Walet yang tidak mengantongi izin.

Namun sangat disayangkan, Penertiban Penangkaran sarang burung Walet yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sambas  melalui Satpol-PP Kabupaten Sambas terkesan tebang pilih, hal ini berdasarkan keluhan masyarakat yang usaha Walet nya sudah di tutup oleh pemerintah Kabupaten Sambas.

“Saya sangat menyesalkan tindakan Pemerintah Kabupaten Sambas Melalui Satpol PP, yang hanya menutup usaha Walet saya, dengan alasan  suara kebisingan yang terjadi dan Tidak mengantongi Izin, Sebagai warga negara Indonesia saya taat aturan, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ungkap Irmawati Selaku Pemilik usaha Burung Walet di Kabupaten Sambas pada media ini. (Selasa,14/6/2022)

“Padahal bukan Rahasia lagi, namanya sarang burung Walet yang ada di Kabupaten Sambas sebagian besar tidak memiliki Izin, bahkan banyak Alih fungsi Bangunan, seperti bangunan Ruko, Rumah yang menjadi sarang burung walet,” ko usaha saya saja yang di hentikan, yang lain kenapa tidak dihentikan juga, ada apa, apakah karena ada sesuatu hal atau bagaimana,” tutupnya dengan rada kecewa.

Ditemui ditempat terpisah Chandra Makkawaru, S.Pd.,SH.,MH selaku Pengurus Pusat Badan Advokasi Indonesia juga sangat menyayangkan tindakan Kepala Satuan PP Sambas yang tidak Profesional dalam menjalankan tugas sebagai Abdi Negara.

“Saya pribadi menghargai tugas daripada Kasat Pol PP Sambas dalam menjalankan tugasnya, cuma yang saya garis bawahi disini adalah jalankan lah tugas secara adil, jangan ada pilih kasih, tegakkan aturan jangan tanggung-tanggung, ko ada yang ditertibkan dan ada yang tidak, seperti kasus yang terjadi pada ibu Irmawati selaku pemilik walet, usaha Walet nya ditutup dengan alasan kebisingan dan tidak punya izin, sementara banyak juga pengusaha walet yang lain dengan kasus yang sama ko Ng ditutup, ada apa, “apakah aturan ini bisa diatur, yang penting ada something”, ungkapnya.

“Melalui kesempatan ini juga dengan hormat saya meminta kepada Bupati Kabupaten Sambas agar supaya menegur dan bahkan jangan segan-segan untuk memecat Kepala Instansi yang tidak bekerja secara Profesional dan Adil dalam menjalankan atau menegakkan regulasi (red:aturan), sejatinya dalam menjalankan aturan jangan ada pilih kasih, semua sama, jangan piring si a dihancurkan sementara piring si b aman aman saja, padahal kasusnya sama, kan tidak Etis kalau begitu caranya, jadi tolong diperbaiki segera penegakannya ya,” tambahnya.

“Saat ini kami masih percaya pada Pemerintah yakni Bupati Sambas untuk menyelesaikan masalah ini, beliau sangat respon dan tanggap dalam menyikapi keluhan keluhan masyarakat,” tutupnya.

Ketika di konfirmasi Lewat Telp What’s Up Terkait Persoalan Penertiban Penangkaran Sarang burung Walet, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sambas , H. U.Heriansyah, Menyampaikan, Bahwa Untuk menjawab Semua Persoalan ini, saya perlu Komukasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) bagian Tehnis , seperti Dinas Penanam Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perkim LH, Dinas PUPR, setelah kita Komukasikan kepada Semua dinas terkait, nanti kita akan mengundang kawan- kawan dari Media, Ungkap Kasat Pol PP kabupaten Sambas, Selasa ( 14/ 6/2022). (Tim)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img