23.5 C
Banyuwangi
Rabu, Desember 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

BUMDES Karya Mandiri Desa Nanga Suruk Diduga Fiktif, Badan Advokasi Indonesia Meminta Aparat Hukum Mengusut Tuntas

- Advertisement -spot_img

Kapuas Hulu, Kalbar – Radarinvestigasi | BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

BUM Desa/BUM Desa bersama dapat menjalankan usaha di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PP 11 Tahun 2021 menyebutkan secara rinci mengenai fungsi pembentukan BUMDes. Dijelaskan, BUM Desa/BUM Desa bersama bertujuan:
a. Melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha, serta pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian, dan potensi Desa;
b. Melakukan kegiatan pelayanan umum melalui penyediaan barang dan/atau jasa serta pemenuhan kebutuhan umum masyarakat Desa, dan mengelola lumbung pangan Desa;
c. Memperoleh keuntungan atau laba bersih bagi peningkatan pendapatan asli Desa serta mengembangkan sebesar-besarnya manfaat atas sumber daya ekonomi masyarakat Desa;
d Memanfaatan Aset Desa guna menciptakan nilai tambah atas Aset Desa; dan
e. Mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Desa.

Penggunaan dan Pengelolaan Dana Desa (DD) untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun anggaran 2017 di Desa Nanga suruk, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, terindikasi diselewengkan. Pasalnya, BUMDes Desa di Nanga suruk di duga fiktif dan tidak jelas keberadaannya.

“Benar saya telah mengangarkan anggaran dana desa sebesar Rp.100.000 juta pada akhir tahun 2015 dan di lanjutkan PJ Kades, cuma saya saat ini tidak tau karna sekarang ada Kades baru coba Konfirmasi ke kades atau perangkatnya,” ucap Uju Sabri pada awak media.

Ditambahkannya terkait keberadaan bangunan BUMDes Uju Sabri mengatakan belum ada,

Hingga warga mempertanyakan BUMDes yang bersetatus aktif namun realitanya BUMDes tersebut Tidak ada Atau fiktif. warga menduga dana desa yang di peruntukkan untuk BUMDES di salah gunakan.

“Dana BUMDes sempat di terima oleh pengurus sebesar Rp .100.000.000 dan kami perna belanjakan untuk beli sapi dan waktu itu kami tekor ,sebenarnya kalau uang itu Masih ada kekurangannya mungkin udah kembali bahkan munkin dah ada untung,tapi yang sekarang Masih ada di tangan saya sebesar Rp.17.000.000 namun sisanya masih di pakai Kades Nanga suruk,” ujar Kasdianto selaku Sekretaris Bumdes.

Temui ditempat terpisah Chandra Makkawaru, S.Pd.,SH.,MH selaku pengurus pusat Badan Advokasi Indonesia (B.A.I) sangat menyayangkan dengan adanya dugaan Bumdes fiktif di desa Nanga Suruk, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, seharusnya dana Bumdes ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya untuk perputaran roda perekonomian masyarakat khususnya di desa tersebut, sesuai dengan tujuan didirikan Bumdes itu sendiri,” ungkapnya.

“Melalui kesempatan ini, saya berharap kepada aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini pihak Kepolisian maupun Kejaksaan agar memanggil Oknum Kepala Desa Nanga Suruk untuk segera diperiksa terkait ada dugaan Bumdes fiktif, jangan sampai masyarakat yang turun tangan,” tutupnya.

Dihubungi lewat via Hp/Wa Kepala Desa Nanga Suruk terkait berita ini, namun belum ada tanggapannya sampai berita ini dinaikkan. (Tim)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img