29.4 C
Banyuwangi
Senin, Desember 5, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

DI DUGA ADA MAIN MATA TERKAIT KASUS 170 DI POLRESTABES MAKASSAR.

- Advertisement -spot_img

Beberapa pekan lalu tepatnya tanggal 24 April 2022 di jalan Alauddin kota Makassar terjadi perkelahian antara salah seorang mahasiswa dan tukang parkir,sekitar pukul 20:00 WITA.

Menurut orang tua tukang parkir saat salah satu awak media online bertemu di warung kopi yang tak jauh dari rumahnya menceritakan kronologis yang ia himpun dari warga sekitar tempat kejadianya perkelahian.

Awal mula iye anakku parkir tiba tiba mahasiswa itu tabrak anakku akhirnya anakku pukul dan terjadi perkelahian dengan itu mahasiswa,

Setelah terjadi perkelahian di sini iye ( TKP )jalan alauddin Anakku dan seorang mahasiswa itu baku buru hingga kejalan moa moa,”Disitulah terjadi pengeroyokan oleh warga Moa moa.

Yang dimana mengakibatkan motor milik mahasiswa itu sedikit hancur bahkan bukan cuman motor saja mahasiswa pun itu mengalami luka yang tidak terlalu serius hingga kos kosan milik mahasiswa itu juga ikut di hancurkan oleh warga setempat.ungkap orang tua terduga TSK.

Mendengar adanya perkelahian di jalan Moa moa polisi dari Polsek Tamalate Makassar langsung mengankan sedikitnya delapan orang pelaku,

Tak cukup lama para pelaku di amankan di Polsek selanjutnya di giring ke satuan resskrim polrestabes makassar untuk menjalani proses lebih lanjut.dimana,

Setelah diadakan penyedikan tukang parkir dikenakan pasal 351 sedangkan para pelaku pengeroyokan di kenakan pasal 170,”

Namun tak disangka para tersangka pengeroyokan itu bertahap bebas dari jeratan hukum ada yang keluar bertepatan malam tabir idul fitri selanjutnya beberapa Minggu yang lalu itu di bebaskan lagi,Ada apa.????

Sedangkan tukang parkir masih mendekam di balik jeruji,”Padahal asal mula terjadinya kasus pengeroyokan di pasal 170 itu disebabkan dari kasus perkelahian pasal 351,

Orang tua dari tukang parkir tersebut mencoba mendatangi kasatrekrim Polrestabes Makassar beberapa waktu lalu untuk menanyakan terkait anaknya,Kasatreskrim pun kaget hingga berkata loh aku kira sudah pada keluar semua.”

Namun salah satu oknum penyidik dihadapan bapak Kasatreskrim berdalih dengan melontarkan bahasa ijin dan kasusnya beda dan TKP juga beda dan.”

Informasi yang kami dengar kasus pengeroyokan dan pengrusakan itu melakukan pembayaran kepada salah satu oknum mahasiswa ( TS ).dimana untuk di berikan kepada si korban,”

Mendengar adanya pembayaran untuk damai orang tua tukang parkir memohon mohon kepada TS melalui via sell untuk bisa dibantu namun permintaan TS terlalu banyak hingga menyebut angkat 10 juta kalau mau di cabut laporannya.,

Karena adanya nominal yang saudara TS sebutkan orang tua tukang parkir mencoba kabari Kasatreskrim melalui via sell,setelah nyambung komunikasi orang tua tukang parkir itu menyampaikan langsung kepada Kasatreskrim terkait permintaan damai kepada saudara TS dengan nilai 10 juta,”

Spontan bapak kasat resskrim langsung berkata,duit apa lagi yang ia minta semua semuanya kami sudah biayai,baik rumah sakit si korban maupun kos kosan yang rusak.”pungkas Kasatreskrim Polrestabes Makassar.

Melihat insiden ini kami selaku keluarga dan sekaligus mitra polri meminta kepada bapak kemenkumham RI untuk sekiranya membantu anak dari salah satu mitra polri ( TIM )

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img