30.4 C
Banyuwangi
Jumat, Mei 20, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Simak Kronologi Gadis Surabaya menjadi Korban Pencabulan oleh Remaja Bangkalan

Bangkalan – Radar investigasi | Berawal dari perkenalan di media sosial Facebook remaja putri asal Wonokromo Surabaya menjadi korban pencabulan 4(empat) remaja Bangkalan di halaman sekolah dasar desa langkah pada hari Sabtu (09/04/22) pada dunia hari .

Bermula Pada hari Sabtu (09/04/22) sekitar jam 16.00 wib pada saat tersangka MMT lagi bersama tersangka yg lain yaitu MIM dan KK (DPO) sedang berkumpul salah satu dari tersangka menyuruh tersangka MMT untuk mencari perempuan yang bisa di boking dan kemudian tersangka MMT iseng lalu membuka akun Facebook milik MMT saat tersangka MMT melihat story’ akun Facebook dengan nama “SB” tersangka MMT kemudian mengomentari nya hingga kemudian bertukar nomer WhatsApp.

Setelah tersangka MMT dengan korban sudah berkenalan kemudian tersangka MMT membujuk korban agar mau bertemu dengan tersangka MMT tersangka beralasan akan mengajak korban jalan jalan ke jembatan Suramadu dan setelah korban mau bertemu dengan tersangka MMT selanjutnya tersangka MMT dan tersangka KK( DPO ) menjemput korban AMS (15) di daerah Wonokromo Surabaya dan kemudian lalu kemudian korban di bawa oleh tersangka MMT dan KK( DPO) ke stadion gelora Bangkalan sesampainya di stadion gelora Bangkalan mereka bertiga meminum kopi setelah minum kopi bertiga tersangka KK ( DPO) menghubungi temannya MIM dan FNY untuk menunggu di jembatan Tunjung kec. Burneh kab Bangkalan.

Setelah korban di bawa oleh tersangka MMT dan KK (DPO) dengan di ikuti oleh tersangka MIM dan FNY ke SDN langkap kec.burneh kab.bangkalan dan kemudian tersangka melakukan kekerasan fisik dan berusaha menyetubuhi korban namun tidak berhasil karena korban melakukan perlawanan sehingga terjadi perbuatan cabul terhadap korban AMS .

Dalam kasus ini ke empat tersangka memiliki peran masing-masing yakni tersangka MMT Mencabuli korban AMS dengan cara memasukkan alat kelamin nya ke dalam alat kelamin korban AMS, namun terhambat oleh celana korban yang hanya di turunkan sebatas lutut maka alat kelamin tersangka hanya masuk sebagaian ujungnya dan ketika korban AMS memberontak tersangka kemudian memegangi paha kaki kiri korban AMS.

Untuk peran tersangka FNY yaitu memegangi kedua tangan korban dan kemudian tersangka FNY menciumi payudara korban AMS sebanyak tiga kali,
Dan untuk peran tersangka MIM memegangi paha kaki kanan korban AMS ketika korban memberontak pada saat di cabuli oleh tersangka MMT.

Dalam kasus ini anggota unit PPA polres Bangkalan berhasil mengamankan barang bukti berupa 3(tiga) setel baju yang dipakai oleh tersangka Pada saat kejadian; dan juga 3 (tiga ) unit handphone yang di gunakan tersangka berkomunikasi dan juga baju korban AMS saat di cabuli oleh 4 (empat) tersangka.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka di jebloskan ke hotel prodeo polres Bangkalan dan di jerat dengan pasal 82 ayat (1) UU RI nomer 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu RI nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukumannya paling cepat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img