27.2 C
Banyuwangi
Jumat, Oktober 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Bocah Pengendara Sepeda Listrik di Barsel Menangis

- Advertisement -spot_img

Barsel, Kalteng – Radar investigasi |Penggunaan sepeda listrik yang marak belakangan ini mendapat perhatian serius dari jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas), terlebih jika pengendaranya adalah anak di bawah umur.

Bahkan, seorang pengendara di bawah umur di Kota Buntok, Barito Selatan sempat menangis lantaran dihentikan mobil patroli Satlantas.

Dalam hal ini, Satlantas Polres Barito Selatan memberikan teguran sekaligus himbauan kepada anak-anak dibawah umur yang sedang mengendarai sepada listrik di Jalan umum, sabtu (9/4/2022) di Bundaran Haji Indar, Kota Buntok.

Kasatlantas Iptu Aries Gunawan mengatakan, untuk diketahui bersama syarat-syarat mengendarai sepeda listrik sesuai dengan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020. Pasal 3 ayat (2) huruf (f) kecepatan paling tinggi 25 km/jam.

Pasal 4 ayat (1) menyatakan setiap orang yang menggunakan kendaraan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) harus memenuhi ketentuan

Menggunakan helm, usia pengguna paling rendah 12 (dua belas) tahun, tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang, kecuali sepeda listrik yang dilengkapi dengan tempat duduk penumpang, dan tidak diperbolehkan melakukan modifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan.

“Jadi sekali saya mengimbau kepada adik-adik jangan ditiru ya aksi tersebut, ini demi keselamatan kalian juga pada saat di Jalan umum,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img