28.4 C
Banyuwangi
Jumat, Mei 20, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Dugaan Adanya Kejanggalan Proyek Pengadaan Sarana ‘Cold Chain’

Sambas – Radar Investigasi | Proyek pengadaan sarana Alkes ‘Cold Chain’ yang dilaksanakan oleh PT Cahaya Bumi Khatulistiwa yang beralamat di jalan parit H. Husin Komplek griya caraka F3 Pontianak kota, total proyek senilai Rp. 1. 763.300.000,- (satu miliar tujuh ratus enam puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah) mengunakan dana APBD

Adanya dugaan selama ini tender atau lelang pengadaan sarana Cold Chain’ terkesan kejahatan bersama, dari 20 peserta lelang muncullah perusahaan PT cahaya Bumi Khatulistiwa sebagai pemenang

Selanjutnya awak media mendatangi ke salah satu puskesmas yang berada di kecamatan Pemangkat kabupaten Sambas, dari salah satu puskesmas memaparkan, kalau Alkes Cold Chain kami belum menerima bantuan.,alat tersebut.

Informasi adanya kejanggalan, hingga saat ini barang tersebut (Cold Chain) masih berada di kantor Dinas kesehatan kabupaten Sambas dan belum juga diserahkan ke Puskesmas.

Penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang merugikan keuangan negara merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi.

Tindak pidana korupsi sudah di atur dalam pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Didalam pasal tersebut, sehingga memuat adanya unsur perbuatan melawan hukum

Dokter Fattah saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp ,mengatakan terkait permasalah ini kami dari dinas hanya selaku penerima anggaran / satker memang tidak ada di e-catalok akan tetapi melalui tender cepat / HPS
Penunjukan langsung dari Pokja

Cold chain berupa alkes untuk menyimpan vaksin dengan suhu 2 – 8 derajat Celcius
Dengan anggaran 1,763,300,000 lumayan besar yang hanya diperuntukkan untuk 10 puskesmas dengan mutu yang kurang bagus dapat kita lihat ada nya Mark up harga.

kerjasama dugaan bentuk tindak pidana koropsi dari pihak PPK dan PT cahaya bumi khatulistiwa yang menurut pengakuan salah satu pemilik PT cahaya bumi khatulistiwa kegiatan ini
Sudah diatur pembagian dana anggaran tersebut untuk ke dinasan sekian persen dan
Untuk yang berbaju coklat sekian persen

Yang jadi pertanyaan
Apakah sudah menjadi ketentuan adanya
Pembagian untuk kedinasan dalam
Kegiatan proyek terkait anggaran yang memakai uang negara
Dan bagaimana APH dalan menyikapi hal ini. (Tim)

Darto
Redaktur Media Radar Investigasi
- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img