27.2 C
Banyuwangi
Jumat, Oktober 7, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Sengkuni Penggemar Magadon dan Cimeng yang Suka Menjilat “ Pantat Pengusaha”

- Advertisement -spot_img

Banyuwangi – Radar Investigasi | Apa kabar pembaca setia Anas Pengusaha Angkot ? Semoga kita semua sehat. Baik kali ini penulis akan mengulas sekilas tentang si Sengkuni di masalalu sebelum menduduki posisi yang mentereng seperti sekarang ini, yaitu kebiasaanya membeli pil dan sejenisnya yang dikategorikan dilarang oleh hukum di Negeri ini seperti magadon dan cimeng.

Dibalik sifatnya yang suka menjilat ” pantat penguasa” pengusaha angkot, usut punya usut si Sengkuni manajer PT. Pasukan Jembuk – Jembuk dahulunya memiliki masalalu yang bisa dikata atau diduga melanggar hukum.

Sengkuni saat masih menduduki jabatan di staf PT. Pasukan Jembuk – Jembuk satu Minggu 3 kali membeli obat – obatan yang bisa dikata terlarang jika tidak ada resep dokter seperti magadon dan membeli cimeng atau ganja

Sengkuni memiliki teman akrab yang bernama si Abeng. Abeng adalah salah satu rekan Sengkuni yang sering bersama membeli cimeng atau ganja dan magadon di salah satu tempat. Terkadang si Sengkuni menyuruh orang untuk membeli magadon dan ganja di tempat si Botak.

Si Botak adalah salah satu bandar narkoba terbesar di Negeri Dongeng . Sengkuni itu dulu pada tahun 1995 an menjadi pelanggan setia saya. Seminggu sampai 3 kali membeli ganja atau cimeng dan magadon kesukaannya, kata si botak.

Nampaknya perawakan sosok Sengkuni yang lugu dan polos dihadapan pimpinan perusahaan pengusaha angkot, para manajer, supervisor adalah bentuk kamuflase.

Baik para pembaca nilai sendiri, apakah pantas seorang pemakai ganja dan sejenis obat terlarang menjadi teladan bagi anak buahnya dan menduduki posisi sebagai manajer? Silahkan kaji, renungkan mulai sekarang. Jika dirasa tidak pas, maka pembaca bisa berkirim surat ke PT. Pasukan Jembuk – Jembuk.

Cukup sekian ulasan dari penulis. Mohon maaf jika ada perkataan, tulisan yang kurang berkenan dan kesamaan nama. Ini hanya sekedar cerita fiksi belaka.

Penulis: Veri Kurniawan S.ST ( Pendiri FOSKAPDA )

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img