24.3 C
Banyuwangi
Selasa, Mei 24, 2022
- Advertisement -spot_imgspot_img

Parah ! PT. Citra Putra Laterang “Membodohi” Para Pekerja Proyek Pembangunan, Begini Respon Penanggungjawab

TERNATE – Radarinvestigasi | PT. Citra putra laterang diduga melakukan penipuan terhadap pekerja proyek pembangunan pagar sekolah SD malifut ngofakiaha dari balai prasarana Dan Permukiman wilayah Maluku Utara dengan menggelontorkan anggaran senilai Rp 2,142 miliyar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) yakni pembayaran upah tidak sesuai dengan kesepakatan awal

salah satu tukang bangunan yang di pekerjakan oleh PT. Citra putra laterang, Ruslan, Menyampaikan, Pembayaran upah pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang di sepakati bersama.

“Kami sepakati bersama secara lisan untuk kerja borongan dengan upah Rp 47,5 juta dan beras 50 kg, gula 10 kg dan kopi 10 bungkus” ungkapnya kepada Radar Investigasi. Jumat (25/02/2022)

Kata Ruslan, Pekerjaan proyek pembangunan terdapat 2 item pekerjaan diantaranya rapat beton dan lengsep, namun yang dikerjakan oleh Ruslan hanya 1 item pekerjaan, 1 item pekerjaan dia memberikan kepada orang lain dengan biaya upah sebesar Rp 16 juta yang disepakati bersama.

“Memang yang saya kerjakan hanya 1 item pekerjaan yaitu rapat beton dengan panjang kurang lebih 100 meter Kalau untuk pekerjaan proyek pembangunan lengsep saya berikan kepada orang dengan kesepakatan gaji upah sebesar Rp 16 juta” ujarnya.

Lanjut dia, Setelah pekerjaan proyek pembangunan selesai Ruslan hanya mendapatkan upah sebesar Rp 17 juta sehingga kesal dan marah karena tidak sesuai dengan perjanjian awal.

“Saya punya gaji borongan 47,5 juta, panjar 17 juta, bayar upah lengsep 16 juta berarti sisa gaji upah tinggal 14,5 juta. Kenapa dari pihak kontraktor mengatakan sisa upah tinggal Rp 4 juta kemudian marah” ungkapnya.

Sementara, selaku penanggung jawab PT. Citra putra laterang, Inisial DSJ, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya baru-baru ini mengakui bahwa, upah yang diminta oleh Ruslan Rp 47,5 juta namu perusahaan hanya bisa bayar di angka Rp 45 juta.

“Memang awalnya Ruslan minta upah borongan Rp 47.5 juta namu perusahaan hanya bisa bayar Rp 45 juta dan saya langsung meminta Ruslan untuk berangkat ke tempat pekerjaan proyek pembangunan yang terletak di sekolah SD malifut kabupaten Halmahera Utara.”tuturnya

Menurut dia, Sebenarnya Ruslan harus kerjakan 2 item pekerjaan yaitu rapat beton dan lengsep namun waktu masa pelaksanaan proyek sudah dekat dan pihaknya takut jangan sampai pekerjaannya terlambat

“sehingga kami sepakat bersama untuk pekerjaan lengsep diberikan kepada orang lain dengan upah pekerjaan Rp 16 juta” ujarnya.

penanggung jawab PT. Citra putra laterang, menjelaskan, Didalam pekerjaan proyek pembangunan lengsep ada penambahan item pekerjaan yakni jalan masuk Rp 3,5 juta, Papan nama Rp 500 ribu, Pedestal air Rp 1 juta, Perbaikan saluran air Rp 1 juta dan Beras, gula, kopi Rp 1 juta.

“Semuanya itu anggarannya di ambil dari upah tukang”ungkapnya.

Disisi Lain, kepala satker balai sarana dan prasarana , Arif, Menuturkan, Setiap pekerjaan proyek pembangunan sudah ada anggarannya masing-masing mulai dari material dan ongkos tukang.

“Didalam pekerjaan proyek tidak seperti itu, karena setiap item pekerjaan proyek sudah ada anggarannya mulai dari material dan ongkos tukangnya dan kalau memang dia lakukan hal itu berarti perusahaan sudah tidak betul lagi”tutup dia.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Kriminal
- Advertisement -spot_img
Advertorial
- Advertisement -spot_img