oleh

Tujuh Perkara Korupsi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Dilimpahkan Ke Pengadilan Tipikor

-Kalteng-62x dibaca

Palangkaraya, Kalteng – Radar Investigasi | Tim Jaksa Penuntut Umum ( JPU) gabungan dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kejaksaan Negeri ( Kejari) Palangka Raya pada Hari Kamis, tanggal 13 Januari 2022 pukul 13.15 Wib, melimpahkan 7 (tujuh) Berkas Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahun 2014 Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Tengah masing – masing dengan terdakwa Drs. BN , YI ,SH, RNG, HN, SI dan MMD ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Masing – masing terdakwa tersebut didakwa melanggar primair : Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3)Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP ; subsidair : Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3)Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Terdakwa Drs. BENON Bin RUJI RASA, YULIATI, SUHARTO, RINECE KITING, HARGANTIN, SENIWATI dan MAMOD didakwa bersama –  sama secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain, antara Bulan Januari 2014 sampai dengan Desember 2014.

Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan DI Panjaitan No.1 Palangka Raya dan di Hotel Swissbell Hotel Danum di Jalan Tjilik Riwut km 5 Palangka Raya, dengan cara membuat kontrak terpisah antara konsumsi dan akomodasi dalam kegiatan sebagai berikut : Kegiatan Sosialisasi Program DAK Kalteng Harati Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa YULIATI), Kegiatan Gebyar Produk Unggulan Karya Siswa Tahun 2014, Gebyar Produk Unggulan Karya Siswa SMK Tahun 2014 dan Supervisi Pelaksanaan Kurikulum 2013 Tingkat SMK Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa SUHARTO), Kegiatan Koordinasi dan Supervisi Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2013 Tingkat SMA Tahun Anggaran 2014, Lomba Bahasa Indonesia Siswa SMA Tingkat Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 dan Kegiatan Sains Nasional Guru SMA Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa RINECE KITING), Kegiatan Bimtek Tata Cara Pengisian Aplikasi Dapodikmen Tahap I Tahun 2014, Bimtek Tata Cara Pengisian Aplikasi Dapodikmen Tahap II Tahun 2014, Bimtek Tata Cara Pengisian Aplikasi Dapodikmen Tahap III Tahun 2014, Bimtek Tata Cara Pengisian Aplikasi Dapodikmen Tahap IV Tahun 2014, Bimtek Tata Cara Pengisian Aplikasi Dapodikmen Tahap V Tahun 2014, Review Program Kerja untuk BOS Daerah Propinsi Tingkat Pendidikan Menengah Tahap I Tahun 2014 dan Review Program Kerja untuk BOS Daerah Provinsi Tingkat Pendidikan Menengah Tahap II Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa HARGANTIN), kegiatan Gelar Prestasi Karya Tulis Kompetensi Keahlian Siswa Tingkat Provinsi Tahun 2014 dan Validasi Data BOS, BKM dan Prakerin Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa SENIWATI) serta Kegiatan Penyebarluasan dan Sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Menengah Tahun 2014 (bertindak sebagai PPTK adalah terdakwa MAMOD).

Padahal dalam pelaksanaannya dilakukan secara fullboard oleh pelaksana pekerjaan sehingga realisasi pembayaran lebih besar dari biaya riil yang ditagih oleh pelaksana pekerjaan, dimana selisih biaya tersebut dilakukan proses refund oleh pelaksana dan uangnya ditarik dan dibagi-bagi dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kajati Kalteng Iman Wijaya, SH., M.Hum., melalui Kasi Penkum Dodik Mahendra, SH., MH., menyampaikan

” berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah, perbuatan para Terdakwa tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.185.080.750,00 “ terang Dodik.

Selanjutnya Masing – masing Terdakwa Drs. Benon Bin RUJI RASA, YULIATI, SUHARTO, RINECE KITING, HARGANTIN, SENIWATI dan MAMOD akan menjalani persidangan secara terpisah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palangka Raya.