oleh

Viral !! Beredar Video “Ajak” Jual Miras Di Banyuwangi, Pria Ini Bakal Dipolisikan

BANYUWANGI – Radar Investigasi | Beredar di media sosial konten ajakan seorang warga yang mengajak bebas minum minuman keras (miras) ke Banyuwangi.

Dalam konten yang di unggah di akun Facebook atas nama Latief LA tersebut terlihat seorang pria bertopi miring memamerkan miras dengan berbagai merk.

Dalam video tersebut sang pria menyampaikan ajakan mirip dengan logat “Salam dari Binjai” yang lagi viral.

Namun kata “Salam dari Binjai” diubah menjadi “Salam dari Banyuwangi”.

“Ngapunten, salam dari Banyuwangi, salam dari Banyuwangi, salam dari Banyuwangi. Yang mau minum bebas silahkan datang ke Banyuwangi, beredar luas minuman keras yang ada di Banyuwangi,” ucap pria dalam konten video yang beredar.

“Minum bebas, mau jual apapun minuman keras di Banyuwangi bebas. Salam dari Banyuwangi, salam dari Banyuwangi,” tutup pria ini dalam kontennya yang berdurasi 27 detik itu.

Konten tersebut kemudian mendapat kecaman dari Ketua Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) Eko Wijiono.

Menurutnya, konten ini dinilai menjatuhkan nama baik Banyuwangi yang sedang naik daun, selain itu konten tersebut mencoreng Banyuwangi sebagai kota religi.

“saya tidak terima sebagai masyarakat Banyuwangi asli dengan konten yang katanya banyuwangi bebas menjual miras, Dia itu siapa wong bukan orang asli banyuwangi kok saya peehatikan selalu membuat gaduh. itu menggiring masyarakat untuk membenci penegak hukum, merusak citra nama Banyuwangi yang telah harum baik kancah nasional maupun internasional apalagi Banyuwangi adalah kota religi,” kata Eko.

Eko mengatakan, tindakan yang dilakukan pria dalam video tersebut diyakini memenuhi unsur pelanggaran dalam satu pasal UU ITE.

“Dia menyampaikan bahwa di Banyuwangi dapat menjual minuman keras dengan bebas, itu artinya dia mengabarkan ke Publik seolah Banyuwangi ini bobrok sekali baik, padahal kita ketahui di Banyuwangi ada aturan yang mengatur soal penjualan miras atau minuman beralkohol, tidak bebas liar seperti yang dituduhkan Lalati itu,” jelas Eko.

Masih Eko, konten pria dalam video itu juga diduga dibuat di halaman balai desa. Sehingga dinilai sudah tidak tepat.

“Coba perhatikan di dalam konten video itu, saya tau betul itu dibuat di halaman aula balai desa tertentu di Kabupaten Banyuwangi, bahkan mejanya ada tulisan BPD,” kata Eko.

Dirinya juga menduga ada keterlibatan pihak desa dalam konten yang beredar ini, sehingga dirinya akan mengejar semua yang terlibat didalammya secara hukum

“Kami juga menduga kuat ada keterlibatan pemerintah desa tertentu karena  menggunakan fasilitas milik negara berupa balai desa, dalam waktu dekat akan kami laporkan, saya penasaran dengan semua yang turut serta terlibat membuat kegaduhan ini, akan saya uji orang-orang yang sok kebal hukum ini ,” tutupnya