oleh

Komisi IV DPRD Banyuwangi : Tahun 2022 target sasaran untuk membangun infrastruktur harus jelas

Banyuwangi-Komisi IV DPRD Banyuwangi berharap kepada eksekutif  program pembangunan infrastruktur tahun 2022 dilakukan secara terencana dan penuh perhitungan agar  kedepan dapat berfungsi dengan baik .

“ Tahun 2022 target sasaran untuk membangun infrastruktur harus jelas dari sisi perencanaan,penganggaran , pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan, “ ucap Ketua Komisi IV, Ficky Septalinda saat dikonfirmasi Awak Media usai rapat pembahasan KUA-PPAS APBD tahun 2022 bersama SKPD mitra kerja, Senin 18 Oktober 2021.

Munurut Ficky Septalinda,pembangunan infrastruktur harus benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat serta berkualitas. Pihaknya tidak ingin program pembangunan fisik tahun 2022 direncanakan asal-asalan.

“ Jika Bappeda sudah punya peta jalan rusak yang harus diperbaiki,kita minta keluhan-keluhan masyarakat yang disampaikan kepada public harus diakomodir dalam perencanaan pembangunan infrastruktur , “ ucapnya.

Tahun ini banyak keluhan masyarakat terkait dengan rusaknya infrastruktur jalan,khususnya akses yang dilalui armada pengangkut material tambang galin C harus menjadi prioritas perbaikan.

“ Perbaikan jalan rusak disekitar tambang galian C harus ada kejelasan, jangan sampai tahun ini tidak ada perbaikan sama sekali , “ tegasnya.

Politisi PDI-Perjuangan asal Kecamatan Glenmore ini mengakui bahwa hingga kini pihaknya belum mengetahui titik atau lokasi perencanaan pembangunan infrastruktur tersebut da akan ditindaklanjuti dalam rapat Badan anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“ Hingga saat ini kita belum mengetahui peta jalan rusak yang akan diperbaiki , “ ungkapnya.

Komisi IV minta kepada eksekutif untuk menjelaskan berapa titik jalan rusak yang akan diperbaiki, baik yang kondisinya rusak berat, ringan hingga yang hanya butuh pemeliharaan sehingga pihaknya bias melakukan pengawasan secara maksimal.

“ Saya tidak ingin perencanaan program pembangunan tahun 2022 dibuat asal-asalan , karena hal tersebut berpengaruh terhadap indicator kinerja Kepala Daerah, “ ucapnya.

Ficky menambahkan,pagu anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021 akibat dari pandemi covid-19. (Red)