oleh

Bhakti Negeri, Sihumas Polresta Banyuwangi Lakukan Berbagi Keberkahan Rutin Kepada Pengguna Jalan

Banyuwangi – Radar Investigasi | Kebaikan sebesar apapun menjadi berarti apalagi di masa pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh Sihumas Polresta Banyuwangi yang membagikan nasi bungkus kepada para pengguna jalan yang melintas di perempatan Taman Tirta Kencana (Patung Kuda) Karangente Banyuwangi, Selasa pagi (28/09).


Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Lita Kurniawan., S.Sos mengatakan kegiatan membagikan nasi bungkus merupakan kegiatan rutin setiap pekan yang dilakukan Polresta Banyuwangi dengan tagline-nya, Bakti Untuk Negeri. Rutin dilakukan dengan membagikan sebanyak 100 nasi bungkus, 100 botol air mineral dan 300 masker.

“Semoga dengan bantuan yang di berikan oleh Sihumas Polresta Banyuwangi ini bisa sedikit membantu dan bermanfaat bagi mereka,” ungkap Iptu Lita di lapangan.


Kasihumas Polresta Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan sosial yang sudah rutin dilakukan bersama Komunitas Banyuwangi Bangkit dimana biasanya stay di beberapa warung. Namun untuk saat dilakukan secara mobile bersama dengan Komunitas Bhakti Untuk Negeri yang sudah bergerak dengan kegiatan sosial membagikan air mineral.

Iptu Lita menyebutkan sasaran pembagian nasi kotak selalu berubah-ubah setiap pekannya. Terutama bagi mereka yang bertugas atau yang masih harus mengais rejeki di ruang-ruang publik. Selain itu juga dilakukan sosialisasi penerapan protocol kesehatan karena pandemic Covid-19 masih belum berakhir.

“Seperti sebelumnya kita membagikan nasi kotak kepada tenaga kesehatan, para ojol dan para penarik becak. Kegiatan ini Kami juga menggandeng komunitas mayarakat Banyuwangi Bangkit yang diketuai oleh Dhana Yudha Setiawan, bagaimna kita peduli sesama ini yang diperlukan dalam menghadapi pandemi.” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, tambah Iptu Lita, petugas sekaligus memberikan sosialisasi terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan (prokes) sekaligus membagikan masker kepada pengguna jalan.

“Sekaligus sosialisasi soal 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi),” ujar Iptu Lita. (red)